Ketika Alam Akan
Menangis
Bulan bergumam risau, memanggil surya kembali
keperaduan. Suara ayam terdengar hingga menusuk pendengaran. Pagi yang cerah
ini membuka pikiran saya untuk bersemangat pergi mengajar dan menuntut ilmu.
Perjalanan hari ini selalu saya dahulukan dengan bismillah. Semangat saya
memuncak ketika melihat anak didik saya tersenyum simpul saat melihat
kedatangan saya. Ucapan dan sambutan selamat pagi dari mereka membuat saya
semakin bahagia bisa berbagi ilmu dan canda tawa.
Pelajaran hari ini diawali dengaan kegiatan senam
pagi. Speaker dan kaset telah dibunyikan. Barisan yang rapi menjadi kacau saat
kegiatan senam dimulai. Mereka tertawa riang gembira mengikuti irama lagu dan
hentakan music yang beralun merdu. Keringat bercucuran dari wajah-wajah
generasi penerus bangsa. Rasa letih yang tak terduga, memaksa saya untuk
mematikan lagu dan mengajak mereka bernyanyi bersama. Seketika rasa letih itu
hilang begitu saja.
Matahari mulai beranjak menerkam kulit seolah raga
ingin merasakan seteguk air dingin yang mengalir diantara gunung dan bukit.
Ketika saya memandangi jalan satu tapak, dari arah pintu sekolah, saya merasa
ingin menangis. Jalan yang dahulunya tempat berlalu lalang manusia, kini
berubah menjadi tempat yang tandus, gersang, gundul, dipenuhi debu-debu merah.
Mobil-mobil bauksit berserakan merajai jalan tersebut. Sungguh membuat saya
miris melihatnya. Tak ada kendaraan roda dua yang berani melintasi jalan itu.
Keadaan tempat itu, seolah disulap menjadi pusat bauksit dan perumahan. Desa lembah
merpati yang dulunya subur, asri, jauh dari keramaian kini menjadi desa yang
kotor dan berdebu.
Kemajuan zaman dan meningkatnya tekhnologi memang
menjadi penyemangat hidup kita. Apalagi
jalan yang dulunya berpasir berubah menjadi aspal hitam. Gedung yang
dulunya tempat beroprasinya koprasi, kini menjadi sekolah yang bermanfaat untuk
warga sekitar. Keadaan yang semakin maju dari era ke era terkadang menyimpan
hal-hal yang bersifat negative yang tak diinginkan. Lihat saja, betapa
sumpeknya tanah yang kecil dibangun perumahan-perumahan ditengah tandusnya. Tak
ada yang menopang air lagi ketika titik-titik Kristal datang secara bergantian.
Perlahan-lahan akan terkikis begitu saja. Dampak dari itu semua memang tak akan
terlihat oleh kasat mata sekarang ini. Tapi lihatlah dan renungkan semua ini
untuk hari esok. Sepuluh hingga duapuluh tahun kedepan apakah yang terjadi ?.
Titik-titik Kristal itu yang akan menjawab pertanyaan kita dikemudian hari.
Ketika saat itulah alam akan menangis sejadi-jadinya.
Setiap melihat ke kiri dan kekanan sudah berubah begitu saja. Sepertinya lagu
Naik-naik kepuncak gunung akan direvisi. Lihat saja, gunung sudah gundul, bukit
juga sudah gundul, akibat dari
penebangan liar oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.






2 komentar:
casino - DrmCD
Join the fun at DRMCD 평택 출장마사지 today and play for real 경상북도 출장샵 money the latest and greatest games at 구미 출장마사지 the DRM Casino site. The casino's generous 수원 출장마사지 welcome bonus Rating: 문경 출장샵 4.2 · 100 votes
joya shoes 877n7sxgte821 afslappet,STØVLER,STÖVLAR,csizma,botas,gewoontjes,camminando,mode baskets,gehen,stiefel joya shoes 213l7jfywe738
Posting Komentar