Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PT. KOPI BUBUK KAPAL TANKER


KOPI KAPAL TANKER MUNCULKAN RASA BARU

 (Tanjungpinang, 14 Juni 2012) Kopi Bubuk Kapal Tanker akan kembali meluncurkan kemasan baru. beberapa bulan yang lalu, perusahaan kopi ternama di Indonesia ini cukup mengobati rasa rindu kita dengan menyelenggarakan peluncuran kemasan dan rasa baru pada kopi terbaiknya yaitu kopi kapal tanker dengan tambahan kopi luak pada campuran Kopi Robustanya. Pengenalan produk baru ini akan di meriahkan oleh pelawak ternama Andre Taulany, Aziz Gagap, Sule Sutisna, Parto dan Nunung. Peluncuran kopi baru ini banyak di hadiri oleh orang-orang pecinta kopi khususnya. “Saya senang, karena Kopi yang sangat saya sukai ini memiliki ke uletan dalam meracik dan menjadikan kopi ini beda dengan kopi-kopi yang lain, apalagi akan diadakan peluncuran seperti ini.” ujar Yanto, penikmat setia Kopi Kapal Tanker.

Meskipun tidak dapat dipungkiri oleh kita semua, sekarang ini banyak sekali kopi yang beraneka ragam. Dari rasanya bahkan cara mengemas  bagaimana kopi tersebut bisa menjadi menarik di kalangan masyarakat luas. Tetapi kopi kapal tanker yang berdiri sejak 1969 masih menjadi kopi yang dikenal dan disukai masyarakat pada umumnya. Dari remaja sampai orang tua.

Kopi Kapal Tanker ini dibuat dari biji Kopi Robusta. Diolah dari biji kopi pilihan berkualitas tinggi dengan ramuan istimewa dari para ahli yang berpengalaman dan diproses dengan mesin yang modern. Selain itu kopi bubuk kapal tanker ini menghasilkan secangkir kopi extra pekat dengan aroma yang eksotik untuk menemani hari-hari kita. Tampilan yang memikat dari kemasaan yang berwarna emas dan rasa yang selalu menakjubkan selalu membuat para pecinta kopi ingin menyeduhnya.

Untuk itu, pada tanggal 15 Juli 2012 mendatang event peluncuran ini akan diselenggarakan di Bintan, tepatnya di Alun-alun Relief Bintan dan dimulai pada pukul 19:00 sampai 22:00 WIB. “Kami ucapkan atas penghargaan yang anda berikan dengan menjadikan produk kami sebagai pilihan terbaik anda dan kepuasaan serta kepercayaan anda adalah semangat kami untuk selalu tetap berkomitmen menjaga dan memberikan yang terbaik  dari sebuah nilai citarasa yang tinggi” kata Manager Perusahaan Kopi Kapal Tanker.

Untuk itu keterangan lebih lanjut, hubungi situs kami di rierhien.blogspot.com
Atau hubungi:
Contact person Linda : 082277335566

  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KETIKA ALAM MENANGIS


Ketika Alam Akan Menangis

Bulan bergumam risau, memanggil surya kembali keperaduan. Suara ayam terdengar hingga menusuk pendengaran. Pagi yang cerah ini membuka pikiran saya untuk bersemangat pergi mengajar dan menuntut ilmu. Perjalanan hari ini selalu saya dahulukan dengan bismillah. Semangat saya memuncak ketika melihat anak didik saya tersenyum simpul saat melihat kedatangan saya. Ucapan dan sambutan selamat pagi dari mereka membuat saya semakin bahagia bisa berbagi ilmu dan canda tawa.
Pelajaran hari ini diawali dengaan kegiatan senam pagi. Speaker dan kaset telah dibunyikan. Barisan yang rapi menjadi kacau saat kegiatan senam dimulai. Mereka tertawa riang gembira mengikuti irama lagu dan hentakan music yang beralun merdu. Keringat bercucuran dari wajah-wajah generasi penerus bangsa. Rasa letih yang tak terduga, memaksa saya untuk mematikan lagu dan mengajak mereka bernyanyi bersama. Seketika rasa letih itu hilang begitu saja.
Matahari mulai beranjak menerkam kulit seolah raga ingin merasakan seteguk air dingin yang mengalir diantara gunung dan bukit. Ketika saya memandangi jalan satu tapak, dari arah pintu sekolah, saya merasa ingin menangis. Jalan yang dahulunya tempat berlalu lalang manusia, kini berubah menjadi tempat yang tandus, gersang, gundul, dipenuhi debu-debu merah. Mobil-mobil bauksit berserakan merajai jalan tersebut. Sungguh membuat saya miris melihatnya. Tak ada kendaraan roda dua yang berani melintasi jalan itu. Keadaan tempat itu, seolah disulap menjadi pusat bauksit dan perumahan. Desa lembah merpati yang dulunya subur, asri, jauh dari keramaian kini menjadi desa yang kotor dan berdebu.
Kemajuan zaman dan meningkatnya tekhnologi memang menjadi penyemangat hidup kita. Apalagi  jalan yang dulunya berpasir berubah menjadi aspal hitam. Gedung yang dulunya tempat beroprasinya koprasi, kini menjadi sekolah yang bermanfaat untuk warga sekitar. Keadaan yang semakin maju dari era ke era terkadang menyimpan hal-hal yang bersifat negative yang tak diinginkan. Lihat saja, betapa sumpeknya tanah yang kecil dibangun perumahan-perumahan ditengah tandusnya. Tak ada yang menopang air lagi ketika titik-titik Kristal datang secara bergantian. Perlahan-lahan akan terkikis begitu saja. Dampak dari itu semua memang tak akan terlihat oleh kasat mata sekarang ini. Tapi lihatlah dan renungkan semua ini untuk hari esok. Sepuluh hingga duapuluh tahun kedepan apakah yang terjadi ?. Titik-titik Kristal itu yang akan menjawab pertanyaan kita dikemudian hari.
Ketika saat itulah alam akan menangis sejadi-jadinya. Setiap melihat ke kiri dan kekanan sudah berubah begitu saja. Sepertinya lagu Naik-naik kepuncak gunung akan direvisi. Lihat saja, gunung sudah gundul, bukit juga sudah gundul, akibat dari  penebangan liar oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HARI PENDIDIKAN NASIONAL


SORAK AKAN HARDIKNAS

Semua mengingat mu
Berbondong , berkumpul untuk menghormatimu
HARDIKNAS itu
Punya anak bangsa kita
Punya orangtua kita
Punya pejabat tinggi kita
HARDIKNAS
2 mei 2012
Sudah puluhan tahun kau mengayomi kami
Memerdekakan kami untuk di ajarkan pintar
Pelopor bijaksana KI HAJAR DEWANTORO
Kami mengenangmu
Dengan perjuangan
Menggapai TUT WURI HANDAYANI
Melakukan ING NGARSO SUNGTULODO
Mewujudkan ING MADYO MANGUN KARSO
HARDIKNAS
Dibalik gejolak globalisasi
Kami mengenyamnya ..
Kita bisa kita bisa kita bisa
Sorai ANAK INDONESIA !!!!

HARDIKNAS 2 MEI 2012
RABU 16:24
RINI ARISKA |R.A|

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BERITA OPINI, mohon koreksi


Calistung Merajai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu Pendidikan yang menekankan anak untuk bermain. Biasanya orang tua yang sibuk, akan menitipkan anak di PAUD atau Playgroup. semua ini dilakukan untuk meringankan pekerjaannya dan menginginkan anak untuk bisa belajar menulis dan membaca.
Sudah tidak asing lagi kalau berbicara tentang masalah Anak Usia Dini ini. Maraknya Calistung (Baca, tulis, hitung) dikalangan PAUD sudah tak bisa dipungkiri lagi. Hal ini dilakukan karena tuntutan yang sangat mendalam dari Sekolah Dasar yang mengharuskan anak bisa membaca dan menulis saat dites dan akan menduduki kursi kelas 1 SD.
Otak anak itu siap menerima hal-hal yang bersifat kognitif itu 7 sampai 8 tahun. Sebelum usia 7 sampai 8 tahun, mereka diwajibkan untuk tidak menyentuh belajar menulis dan membaca. Tugas mereka hanya bermain dan bermain. Kalaupun ingin belajar, guru bisa menyelipkan permainan dengan pengenalan huruf dan angka. Hal ini mungkin bisa membuat pertumbuhan anak semakin terarah dan tidak berliku-liku.
Tapi kenyataanya anak sudah diajarkan Calistung (Baca, tulis, hitung) di PAUD. Calistung itu dimulai dari TK, itupun dengan syarat umur diatas 5th, karena yang kita ketahui sendiri, banyak anak SD yang disyaratkan masuk pada umur 7 tahun bisa membaca dan menulis.
Ketika anak sudah bisa membaca dan menulis, selain mengganggu perkembangan mental di kemudian hari, guru SD juga tak akan memiliki peran apa-apa. Mereka hanya tinggal melanjutkan apa yang didapat anak dari Pendidikan anak yang terdahulu. Disini terlihat betapa tersiksanya mental anak yang dipaksa belajar belum mencapai kematangan untuk belajar.
Anak usia Balita (Bawah lima tahun) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis hitung karena dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental –“Mental Hectic” (Anak jadi pemberontak). Kemendiknas sedang gencar mensosialisasikan agar paud kembali ke fitrahnya. SK Mendiknas no.58/2009 (Di kutip dari artikel Calistung)
Dampak yang pertama dari hal yang dilakukan oleh pendidik/guru PAUD tentang pembelajaran yang bersifat kognitif adalah pada saat usia matang mereka lebih cendrung bertingkah seperti anak-anak, yaitu suka mengurung diri sendiri, sakit-sakitan karena ingin diperhatikan. Itu contoh kecil di dalam lingkungan keluarga kita.
Dampak yang kedua adalah anak meresa jenuh dengan kegiatan pembelajaran. Pasti ia berfikir, “apa hidup dia dituntut hanya untuk belajar?”. Terbesit pemikiran yang seperti ini. Bayangkan saja dari SD hingga Kuliah. Belum lagi yang melanjutkan S2. Saat ia besar kelak, ia akan semakin santai dan malas untuk belajar. Yang tadinya kita menginginkan anak kita memiliki perkembangan Psikologis dan Emosional yang baik, malah semakin memburuk dan berubah menjadi pemberontak.
Dampak yang ketiga yaitu kesalahan orang tua yang mengasuh dan para guru yang salah mendidik. Akibat dari kesalahan ini generasi-generasi yang sudah menduduki kursi paling tinggi. Contohnya saja, orang-orang sekarang lebih memiliki mental pegawai bukan mental pengusaha atau peneliti dan ahli. Mereka lebih memilih yang instan dan simple. Mereka tak ingin gagal dalam berkarier. Ya jadi mereka lebih memilih sebagai pegawai yang dapat gaji bulanan dan tunjangan yang begitu besar.
Solusi yang ditawarkan untuk menanggapi masalah-masalah di atas adalah tidak memarahi anak ketika dalam kondisi apapun, cukup menasehatinya saja, karena anak usia seperti ini, apabila diajarkan terlalu keras, ia akan mengalami pertumbuhan mental yang buruk. Tidak diperbolehkan belajar membaca dan menulis. Ajaklah mereka bermain, bernyanyi, berolahraga, bervantasi, berkebun, mengenal alam luas, membacakan dongeng, agar mereka bisa lebih mendapatkan pengalaman-pengalaman yang bisa mereka pelajari secara emosional.
Masalah pemerintah mengharuskan anak masuk SD 7 tahun itu, bukan suatu hal yang buruk. Justru ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Sehingga kita tidak menjadi Provinsi yang terbelakang dan Negara yang tertinggal.mengtest anak dalam uji tes masuk SD itu boleh saja, tapi tidak dengan membaca dan menulis, cukup dengan menyelipkan huruf dan angka kemudian mengeja. Anak dalam menangkap/IQ itu bukan suatu ukuran dari kesemua yang saya jabarkan, tapi keberanian anak dalam bergaul pasti akan mempengaruhi kecerdasaannya.

SLOGAN PAUD : BERMAIN DAN MENDAPAT PENGALAMAN BUKAN BERMAIN SAMBIL CALISTUNG



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


RAKYAT SENDU
Merah putih, kobarkan hak mereka..
Tumpukan  tikus-tikus kantor ..
Sudah tak layak di ocehkan ..
Pandang  kedua bola mata petinggi hina..
Melotot memandang massa yang tak kunjung reda..
Hingga senja datang,
 tak pernah usai ..
Riuh gerombolan hanya jadi bahan tontonan ..
Kobaran semangat tak berharga ..
Mati suri atau mati sesungguhnya ?
Tanyakan saja pada tomcat-tomcat  berdasi ..
Senyum palsu , janji palsu, sumpah palsu..
Hanya bisu dan tak malu..
Rakyat tertipu didalam rayu
Bijaklah dan jangan mengadu
Tetap kami  tunggu keputusan itu wahai kau pejabat tinggiku

Dipenghujung malam kelabu
Kamis, 29 maret  2012, 22:32
RINI ARISKA |RA|

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PEMBALAP JUGA MANUSIA


PEMBALAP JUGA MANUSIA

Kerja keras dalam berkarier sangat dibutuhkan. Keberanian dalam melakukan sesuatu juga di perlukan. Reno seorang yang biasa saja, bisa membuat  hal yang luar biasa.
Ketekunan ia dalam menjalankan hobinya membuahkan hasil yang sangat memuaskan, bagi orang tua dan saudra-saudaranya.  Pria kelahiran Tanjungpianang  21 Agustus 1994 bernama Reno Eki Pratama. Anak dari pasangan Joni Suryono dan Tati Aprilia ini memiliki hobi yang terbilang unik yaitu menjadi seorang pembalap. Hobi unik ini sudah ditekuninya sejak ia duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama.”  Inspirasi saya balap itu adalah  ayah saya. Soalnya beliau mantan pembalap juga waktu kecil dulu, pembalap crosser namanya “ ujar Reno. Selain balap reno juga memiliki hobi renang. Hidup di tengah keluarga yang sederhana tak mengurungkan niatnya untuk menjadi seorang Pilot. Pilot merupakan profesi yang baik dan membutuhkan nyali serta kecerdasan otak yang tinggi.  Berjuang demi hidup dan memulai dari perih hingga senang serta sabar dalam hidup  adalah motto anak yang berusia 17 tahun ini. “pengen naikkin haji kedua orang  tua  ketika  sukses  nanti “  tegas Reno.
 Angin membawa ia bersama keluarganya ke suatu daerah yang megah dan besar. Hamparan bukit dan sawah nan hijau membuat ia betah untuk tinggal di kota Kembang  tersebut. Suatu ketika di Surabaya, tepatnya di Kanjeran tengah diadakan lomba balap untuk anak seusianya. Ia tak berdiam diri saja. Ia langsung mendaftar di ajang tersebut. Arena sirkuit yang menakutkan dan menegangkan, ia lahap dengan keuletan dan  kecerdikannya. Nyali yang begitu besar dimilikinya. Ia tak pernah takut untuk menaklukkan medan sirkuit tersebut. Dengan keberanian tinggi  ia mendapatkan juara  kedua dari berbagai kota yang mengikuti kejuaran tersebut. Keluarga Reno sangat bangga dan takjub melihat anak seusianya memiliki  nyali yang begitu besar.
“ ada nih tips buat para generasi muda ; kita sebagai generasi muda  bangsa Indonesia jangan ikutan balapan liar. Apalagi harus ikutan  geng motor gak jelas gitu. Kita sebagai bangsa Indonesia harus ikut berpartisipasi dalam dunia pembelajaran. Ikutan balap boleh, tapi jangan liar seperti yang temen-temen lakukan.  Daripada balap liar, mendingan tunjukin skill dan keberanian teman-teman di ajang balapan resmi. Kalau teman-teman juara pasti orang  tua bangga sama kalian semua “ ujar Reno .
Liuk sepoi angin  membelai hingga ke pori-pori. Suasana yang  mencucuk jasad membuat raga enggan beranjak dari peraduan malam. Tak terasa sang raja siang  telah muncul di balik kaca mata mega. Termenung  ke cakrawala, memandangi setiap sudut garis cahaya yang terpantul ke  arah daun-daun  hijau  nan asri. Terdengar suara kicau burung nan merdu . ia tetap berfikir bagaimana ia ke depan nantinya. Test demi test akan ia jalani beberapa bulan kedepan ini. Semangat juang yang tinggi untuk menopang kesuksesan tak pernah pudar di benaknya. Berjuang untuk masa depan demi mendapat gelar  Pilot yang  ia impikan.
Hidup itu  perjuangan. Perjuangan itu mahal harganya. Berjuang dan berdoa adalah kunci sebuah kesuksesaan. Jangan pernah takut maju dan mati. Karena maju adalah masa depan, dan mati sudah ditakdirkan.

semangat dan terus berjuang :) Jangan menyerah sebelum mencoba :) boleh di komentari , thanks :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SAJAK PELAUT

SAJAK PELAUT


Pelaut bagaikan semut yang akan menerjang mautt 
bertengger ditengah kabuut .. 
Berjalan diatas lauut .. 
Menerkam karang menjadi lembutt .. 
Terkadang hati menjadi kalut , 
ingatkan keluargaaa .. 
Serasa ingin dijemput .. 
harus kuat diterpa badai rindu yg merenggut .. 
Walau terasaa lelah dilutut , 
kalau masalah peruuttt .. 
Tetap lanjuuutttt . 
Yok semangat untuk pelauutt .. 
Takk ada kata menyerah dalam merenda asa ditirai" samudraa luasss :D 




sajak ini sengaja dibuat untuk kalian teman"ku yang sedang menempuh pendidikan sebagai pelaut :) salam kreativ RINI ARISKA ..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keringat Ini Untuk Anakku

Keringat Ini Untuk Anakkku


Pekerja keras adalah seseorang yang mampu mengorbankan jiwa raga untuk keluarga dan tak pernah menyerah dalam hal apapun. Ketika ia diberikan cobaan, ia tetap tegar menghadapi dan menopang hidup kedua anak perempuannya dengan tetes keringat yang tak terhingga.
Mungkid, 6 Juli 1960 Kabupaten Magelang, Jawa tengah merupakan kota kelahiran Suharno. Anak kedua dari delapan bersaudara ini memilih untuk merantau ke kota Tanjungpinang demi merubah kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Ia mempunyai satu orang istri dan dua orang anak. Istrinya bernama Aini Latifah (Alm).
Berawal dari bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah PT.Korindo Abadi, ia bisa menghidupi keluarga. Dari pagi hingga malam dan kembali menemui sang surya, ia terus bekerja. Tak ada kata istirahat di dalam saku kecilnya. Kata lelah tak pernah singgah di benaknya. “saya bangga mempunyai orang tua seperti dia, terharu sekali" kata anak kedua.
Tahun 2004, ia harus meninggalkan pekerjaannya, karena PT.Korindo Abadi telah ditutup. Ia menganggur selama beberapa bulan. Ia tak berdiam diri di rumah. Ia mencari pekerjaan kesana kemari. walaupun hanya sebagai buruh bangunan, tukang bersih-bersih kebun dan lain sebagainya. Itu ia lakukan demi kedua anak perempuannya.
Kebahagiaan terbesar bagi ia adalah ketika ia bisa berkumpul, bersenda gurau, dan makan bersama dengan didampingi istri dan kedua anaknya. Tapi apalah daya, ia harus ditinggalkan oleh istrinya dan menjadi bapak sekaligus ibu dalam keluarga.
Surya kembali mengintip di balik mega-mega cakrawala. Dengan semangat ia pergi membawa pacul dan sebotol air  tepat berada di pundaknya. Berjalan dengan gigih mencari sesuap nasi untuk kedua buah hatinya. Tak pandang terik dan hujan, kerja keras tak pernah luntur termakan senja. Sosok yang kuat, usia sudah tak muda, tapi semangat berkobar demi kecukupan keluarga.
Pria paruh baya ini tinggal bersama kedua buah hatinya di sebuah gubuk kecil, tepat dari arah depan terdapat serambi untuk bersantai bersama keluarga. ia orang yang kuat, pekerja keras dan teguh pendirian. Ia tak mengeluh atas apa yang ia dapatkan hari ini. Karena menurut ia, apa yang kita dapatkan hari ini, belum tentu akan kita dapatkan esok. Hari ini mungkin sedikit. Tapi esok akan lebih banyak lagi. Allah selalu memberi rezeki lebih kepada orang-orang yang bersyukur.
Tak ada kata menyerah dalam hidup ini, selama kita mampu, dan serius, kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Cobaan jangan jadikan beban, tapi harus bisa dijadikan motivasi bahwa dibalik cobaan akan ada hikmah yang luar biasa.






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menuai Ilmu Sinden di Tanah Jogja


Menuai Ilmu Sinden di Tanah Jogja


Perjalanan saya menuju Desa Mungkid, tempat kelahiran orang tua saya, membuahkan hasil yang tak pernah terfikir di benak saya, yaitu bisa mempelajari sinden yang terkenal di daerah Yogyakarta. Sinden merupakan adat dari jawa, berupa nyanyian lagu tradisional yang dibawakan oleh seorang wanita yang mengenakan kebaya lengkap dengan selendang panjang atau dengan iringan musik gamelan. Sedangkan nyinden adalah orang yang melakukannya.

Di ruangan yang tak begitu besar, dengan dilengkapi ranjang berbalut kayu jati, serta tabir jendela berwarna merah yang terurai saat tertiup angin. Suasana dingin mencucuk raga. Memaksa rasa enggan mengungkapkan apa-apa. Saya menatap jauh di seberang. Melihat ilalang tercurah embun mengelilingi jalan satu tapak tak jauh dari panca indra
.Saya mememberanikan diri untuk beranjak dari ruang tempat saya beristirahat. Suasana desa yang benar-benar asri dengan hijaunya sawah yang membentang luas. Jarang sekali saya mendapatkan suasana yang seperti ini. Tempat ini bernama desa “Mungkid, Magelang” Jawa Tengah ”.

Desa ini terletak tak jauh dari kota Jogja. Kita bisa sampai dari
Yogyakarta ke desa ini menggunakan sepeda motor sekitar satu jam setengah. Tetapi kita harus melewati bukit-bukit dan jalan-jalan yang terjal sekali. Tetapi saya sungguh takjub melihat keindahan desa ini. Sekeliling desa setiap berjalan, kita bisa melihat pohon salak dan sawah yang terhampar luas. Betapa sungguh kayanya Indonesia ini. Desa yang terpencil saja bisa menaklukan saya.

Purnama temaram mulai hilang di peraduan. Burung-burung mulai berkicauan memanggil surya untuk
hadir di cakrawala  Terlihat dari arah samping rumah tempat saya tinggal, wanita lansia berbondong-bondong berjalan menuju sawah untuk bekerja. Anak-anak mereka menggiring bebek dan kerbau. Tak ada yang bersantai-santai saat aktivitas telah dimulai. Semuanya bekerja dengan semangat  mendapatkan penghasilan yang memuaskan. Saya senang melihat semua orang di desa ini. Mereka sangat gigih dalam bekerja. Bagi mereka waktu adalah uang. Waktu adalah nyawa yang bila kita sia-siakan, kita akan “mati” ( kelaparan ). Betapa sungguh pentingnya waktu bagi kehidupan.

Ketika senja mulai datang, suara merdu bebek dan kerbau mulai terrngiang d
i telinga saya. Suara canda wanita lansia mulai menggelitik saya untuk menikmati alunan sinden yang mereka nyanyikan saat pulang dari bekerja. Sungguh keunikan yang tak akan terlupakan di benak saya. Hati yang tadinya sendu menjadi tersenyum melihat tingkah wanita lansia di desa ini.

Purnama temaram berdetak di
sudut mega. Gumam suara burung hantu menikam pendengaran. Saya masih terpikir akan wanita lansia yang bernyanyi merdu sekali senja tadi. Saya pun mendatangi salah seorang wanita lansia tersebut. Niat ini muncul karena saya ingin sekali belajar sinden.

Percakapan pun terjadi saat saya tiba di rumah mbah Pinem, panggilan sehari-hari mbah itu.”saya : permisi, assalamulaikum..”mbah : waalaikumsalam ndok, ono opo toh ? “saya : iniloh mbah, tadi saya denger mbah sinden pas pulang dari sawah, saya mau diajarin nyinden karo mbah, boleh toh mbah? “mbah : wahhh, boleh sekali ndokk, ayo masuk. Perbicangan panjang pun terjadi dan akhirnya saya belajar nyinden bersama mbah Pinem, karena keterbatasan waktu, saya hanya bisa belajar sedikit dari mbah Pinem. Tapi saya sangat bersyukur bisa mendapatkan pelajaran dari ini semua. Tak sia-sia saya berlibur ke desa kelahiran orang tua saya. Saya pun pulang ke rumah bude saya yang lumayan jauh. Saya ditemani oleh sepupu saya. Kami melewati sawah dengan bermodal senter. Suasana malam di sana sangat mencekam. Sepi sekali. Hanya suara jangkrik lah yang terdengar. Tak disangka dan tak diduga, perasaan saya yang tak enak dari awal pulang dari rumah mbah Pinem terjawab sudah. Hati yang bercampur senang dan rasa takut itu hilang saat saya terpleset di jalan satu tapak tersebut. Kaki saya masuk kedalam lumpur sawah dan baju saya kotor terkena lumpur. Rasa malu yang sangat mendalam masih saya rasakan. Hal itulah yang tak pernah bisa saya lupakan.

Jangan sombong dengan secuil ilmu
, karena sikap sombong akan mempermalukan diri sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tampung 35 Orang Mahasiswa Bicara




Tanjungpinang (Rabu, 21 Maret 2012) - Kebijakan KOPEGMAWA ( Koperasi Pegawai dan Mahasiswa ) yang menetapkan peraturan baru yaitu pembatasan penumpang bis, 35 orang membuat mahasiswa angkat bicara. Penetapan ini sudah dijalankan pada Senin, 19 Maret 2012.

Mahasiswa banyak yang mengeluh atas kebijakan ini. " kami sih merasa dirugikan atas peraturan baru ini, yang membatasi jumlah penumpang bis yang hanya 35 orang. Kami juga sering terlambat masuk kuliah, yang seharusnya masuk jam 08:00, karena menunggu bis, kami jadi masuk lebih dari jam 08:00 " ungkapan mahasiswa FISIP UMRAH yang ditemui rabu sore lalu. 

Mahasiswa gelisah menunggu pintu bis terbuka (21/03/2012)
Dalam penetapan kebijakan ini, memiliki banyak kekurangan dan kelebihan. salah satunya adalah kenyamanan dan ketidaknyamanan mahasiswa." sebenarnya kebijakan kopegmawa ini bagus sekali, karena selain menjaga keselamatan mahasiswa, mahasiswa juga nyaman dengan suasana didalam bis, tidak ada yang berdesak-desakkan lagi didalam bis. tapi ada kekurangannya juga, yaitu kami sering masuk terlambat akibat dari keterlambatan bis yang menjemput kami. kami sedikit resah atas semua itu. kalau menurut kami sih ya ditambah lagi dong bisnya. biar semuanya menjadi semakin baik dan tertib. jadi tidak ada lagi mahasiswa yang dirugikan "  tutur mahasiswa FEKON UMRAH.

Mahasiswa berdesak-desakan masuk kedalam bis(21/03/2012)
"Dari awal sekali, Pak Rektor memang telah menetapkan kebijakan yaitu 35 orang. kapasitas bis yang seharusnya itu adalah 27, sehingga yang berdiri itu 5 orang. Iitu sudah sangat toleransi sekali. tetapi yang dijalankan oleh kita itu 40 bahkan sampai 50 orang minimal didalam satu bis. Itu dilakukan juga karena tidak seimbangnya bis dengan mahasiswa baru tahun ini. Hal ini yang membuat kopegmawa bertindak. karena kopegmawa juga takut terjadi apa-apa dijalan. entah itu pecah ban dan lain sebagainya. Apalagi sekarang bis 01 sudah tidak beroprasi lagi, karena sudah tidak layak pakai. jadi setiap harinya kita itu bisa menjemput mahasiswa 7 trip. hitung saja 7 X 35 = 245. Itulah banyak mahasiswa yang kami jemput setiap harinya. tetapi apabila bis 01 itu beroprasi lagi, kemungkinan tidak akan ada keterlambatan lagi. harapan saya sih kedepannya bis ditambah lagi, jadi tidak ada mahasiswa yang mengeluh mengenai ini. " kata supir bis UMRAH.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS