Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

KETIKA ALAM MENANGIS


Ketika Alam Akan Menangis

Bulan bergumam risau, memanggil surya kembali keperaduan. Suara ayam terdengar hingga menusuk pendengaran. Pagi yang cerah ini membuka pikiran saya untuk bersemangat pergi mengajar dan menuntut ilmu. Perjalanan hari ini selalu saya dahulukan dengan bismillah. Semangat saya memuncak ketika melihat anak didik saya tersenyum simpul saat melihat kedatangan saya. Ucapan dan sambutan selamat pagi dari mereka membuat saya semakin bahagia bisa berbagi ilmu dan canda tawa.
Pelajaran hari ini diawali dengaan kegiatan senam pagi. Speaker dan kaset telah dibunyikan. Barisan yang rapi menjadi kacau saat kegiatan senam dimulai. Mereka tertawa riang gembira mengikuti irama lagu dan hentakan music yang beralun merdu. Keringat bercucuran dari wajah-wajah generasi penerus bangsa. Rasa letih yang tak terduga, memaksa saya untuk mematikan lagu dan mengajak mereka bernyanyi bersama. Seketika rasa letih itu hilang begitu saja.
Matahari mulai beranjak menerkam kulit seolah raga ingin merasakan seteguk air dingin yang mengalir diantara gunung dan bukit. Ketika saya memandangi jalan satu tapak, dari arah pintu sekolah, saya merasa ingin menangis. Jalan yang dahulunya tempat berlalu lalang manusia, kini berubah menjadi tempat yang tandus, gersang, gundul, dipenuhi debu-debu merah. Mobil-mobil bauksit berserakan merajai jalan tersebut. Sungguh membuat saya miris melihatnya. Tak ada kendaraan roda dua yang berani melintasi jalan itu. Keadaan tempat itu, seolah disulap menjadi pusat bauksit dan perumahan. Desa lembah merpati yang dulunya subur, asri, jauh dari keramaian kini menjadi desa yang kotor dan berdebu.
Kemajuan zaman dan meningkatnya tekhnologi memang menjadi penyemangat hidup kita. Apalagi  jalan yang dulunya berpasir berubah menjadi aspal hitam. Gedung yang dulunya tempat beroprasinya koprasi, kini menjadi sekolah yang bermanfaat untuk warga sekitar. Keadaan yang semakin maju dari era ke era terkadang menyimpan hal-hal yang bersifat negative yang tak diinginkan. Lihat saja, betapa sumpeknya tanah yang kecil dibangun perumahan-perumahan ditengah tandusnya. Tak ada yang menopang air lagi ketika titik-titik Kristal datang secara bergantian. Perlahan-lahan akan terkikis begitu saja. Dampak dari itu semua memang tak akan terlihat oleh kasat mata sekarang ini. Tapi lihatlah dan renungkan semua ini untuk hari esok. Sepuluh hingga duapuluh tahun kedepan apakah yang terjadi ?. Titik-titik Kristal itu yang akan menjawab pertanyaan kita dikemudian hari.
Ketika saat itulah alam akan menangis sejadi-jadinya. Setiap melihat ke kiri dan kekanan sudah berubah begitu saja. Sepertinya lagu Naik-naik kepuncak gunung akan direvisi. Lihat saja, gunung sudah gundul, bukit juga sudah gundul, akibat dari  penebangan liar oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Anonim mengatakan...

casino - DrmCD
Join the fun at DRMCD 평택 출장마사지 today and play for real 경상북도 출장샵 money the latest and greatest games at 구미 출장마사지 the DRM Casino site. The casino's generous 수원 출장마사지 welcome bonus  Rating: 문경 출장샵 4.2 · ‎100 votes

mcboonde mengatakan...

joya shoes 877n7sxgte821 afslappet,STØVLER,STÖVLAR,csizma,botas,gewoontjes,camminando,mode baskets,gehen,stiefel joya shoes 213l7jfywe738

Posting Komentar